• Home
  • Download
    • Premium Version
    • Free Version
    • Downloadable
    • Link Url
      • Example Menu
      • Example Menu 1
  • Social
    • Facebook
    • Twitter
    • Googleplus
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Entertainment
  • Travel
  • Contact Us

Serpihan Catatan Novie

Berbahagia Melalui Kebermanfaatan Hidup

Hari ini , Senin (27/10/2014) dari pagi aku berkutat di depan si Ungu (Netbook manisku) untuk sekedar menulis beberapa artikel kesehatan yang akan aku posting setelah toko online ku jadi nanti. Hmm... Tak disangka ternyata aku sudah nongkrong sampe siang. hahaha. ini sudah melampaui jam kerjaku (Jam kerja untuk mengurusi toko online).

Karena jam kerjaku berakhir, kuputuskan searching-searching template menarik untuk blog pribadi yang akan aku buat nanti. sudah kusiapkan alamat emailnya jauh-jauh hari. hehehe :) eh ternyata pas buka blogger, muncullah blog pribadiku ini, yang kubuat kira-kira 1,5 tahun lalu. saat itu aku iseng-iseng bikin pas mengikuti ICT UIN Sunan Kalijaga. eh.. ini blog ternyata masih idup, masih ada nafasnya ternyata. hahaha :D

Lalu , kuputuskan untuk kembali menulis di blog.
yah.. seperti judul blog ini, "Kembali (Lagi)"

#SalamDahsyat
#SemangatTerus


Saya serasa mendapat pencerahan (lagi), pada mata kuliah akhlak tasawuf yang selalu saya nantikan pelajarannya, hahaha- kalimat yang masih saya ingat dari pak Y adalah,” Hidup di dunia ini, jangan mencari perhatian orang lain, capek tau kalo terus minta diperhatikan orang, syukur kalo ada yang mau, kalo nggak ada piye?, tapi jadilah seseorang yang perhatian (memperhatikkan) dengan orang lain, maksudnya kita tampil bukan karena dibuat-buat, kita tampil karena ingin membuat orang lain senang dan nyaman dengan kita.”

Yang paling benar2 saya ingat, pertanyaannya 2 orang teman, Pertanyaan pertama adalah,” Pak, memaafkan orang lain adalah bagian dari akhlak yang baik, bagaimana kalo kita sudah memaafkan orang, tapi pada saat tertentu kita masih mengingat kesalahnnya dan membuat hati kita sakit lagi? Pertanyaan yang kedua adalah “Pak, jikalau kita sudah benar-benar memaafkan kesalahn orang, yang terjadi pada waktu lalu ya sudah, tapi kita nggak mau ketemu lagi, putus hubungan dengan orang tersebut , itu bagaimana pak ? tapi hati kita benar2 sudah memaafkan.”

Lalu pak dosen menjawab seperti ini. “ Dari pertanyaan kalian jawabanya itu Cuma satu, intinya adalah mau memberi, yaitu memberi Maaf, semua itu akan hilang kalo kita “mau memberi maaf tulus kepada oranglain” dan saat itu juga beliau menceritakan sebuah cerita tentang perselingkuhan, dimana membuat hati saya pengen nangis mendengarnya karena terharu. Ceritanya seperti ini, ada seorang istri yang berselingkuh, kalian tahu gimana rasanya hati si suami mendengar pengakuan dari istrinya itu ? ia tidak marah menunjukkan ekspresi kepada istrinya, ia tidak pernah menampar istrinya atau balas dendam terhadap selingkuhannya maupun memakinya, ia hanya mampu menangis dan berpasrah dan mendekatkan diri pada Allah, ia mampu mengendalikan emosinya dihadapan oranglain walaupun hatinya tercabik-cabik, walaupun akhirnya ia memukulkan tangannya ke tembok, namun ia bisa menyembunyikan itu semua dari oranglain, masih tetap menunjukkan ekspresi yang baik terhadap istrinya, walaupun hatinya menangis dan perih, lalu dosen saya melanjutkan pertanyaan dengan kami, menurut kalian apa yang akan dilakukan setelah ini ? dalam hati saya berpikir, mungkin orang tersebut akan memafkan istrinya dan menceraikannya. Tetapi dugaan saya salah, Si suami itu memafkan istrinya dengan tulus, dan ia tidak akan menceraikan istrinya, karena istrinya udah mengaku salah dan meminta maaf pada suaminya.


Lalu dosen saya selesai bercerita dan melanjutkan penjelasannya, “Ketika  akidah sudah kita pegang kuat, akidah tersebut akan melahirkan ibadah, lalu menghasilkan perilaku (akhlak) yang baik, karena indikator keimanan seseorang ada pada perilakunya (akhlaknya), karena yang mampu mengendalikan nafsu, dunia , dsb, adalah ia yang mampu membangun komitmen terhadap Tuhannya.”
“Sekarang paham kan bagaimana pentingnya memaafkan orang lain?”Lanjutnya. Jangan pernah kita memutus silaturahim kepada oranglain, walaupun kita sudah disakiti oleh oranglain. Sebagaimana kita berlomba-lomba untuk memberi kepada orang lain, begitu juga kata “maaf”. Kita harus bisa juga berlomba-lomba dalam memberi maaf kepada orang lain. Inilah pentingnya berakhlak yang baik karena dengan berakhlak kita mampu memberikan penghargaan terhadap orang lain, penghargaan atas upaya “Minta Maaf nya kepada kita”

Dan sekarang saya paham, kedalaman memahami problem hidup itu sangat penting, bagaimana kita bisa merasionalisasikan antara hati dengan pikiran, sehingga semua masalah yang kita alami sampai detik ini tidak dibawa hingga berlarut-larut dalam penyesalan dan menyalahkan takdir Tuhan. Semua yang terjadi dengan kita selalu ada hikmahnya. Saya selalu meyakini itu!


Terima kasih pak atas pencerahannya. ^^
Sebenarnya banyak cerita lagi dalam mata kuliah ini, Cuma dari sekian cerita, yang paling saya ingat itu pas pertemuan ini, membahas tentang akhlak yang baik.
Semoga bermanfaat ***

Yogyakarta, 1 September 2013 06:40 WIB
Postingan Lebih Baru Beranda

ABOUT AUTHOR

LATEST POSTS

  • Kembali (Lagi)
    Hari ini , Senin (27/10/2014) dari pagi aku berkutat di depan si Ungu (Netbook manisku) untuk sekedar menulis beberapa artikel kesehatan ya...
  • Ya Allah, Maafkan Aku
    Banyak hal yang terjadi belakangan ini, Aku yang mulai memikirkan dosa yang tak kunjung usai. Hmm.. kalo inget dosa, rasanya itu inget semu...

Categories

  • Curcol
  • Pengalaman Orang Lain

Advertisement

Blog Archive

  • ►  2015 (1)
    • ►  Januari (1)
  • ▼  2014 (2)
    • ▼  Oktober (2)
      • Kembali (Lagi)
      • Ada Cerita “Maaf” didalam Akhlak Tasawuf
Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

  • Curcol
  • Pengalaman Orang Lain

More Text

Text Widget

Popular Posts

  • Kembali (Lagi)
    Hari ini , Senin (27/10/2014) dari pagi aku berkutat di depan si Ungu (Netbook manisku) untuk sekedar menulis beberapa artikel kesehatan ya...
  • Ya Allah, Maafkan Aku
    Banyak hal yang terjadi belakangan ini, Aku yang mulai memikirkan dosa yang tak kunjung usai. Hmm.. kalo inget dosa, rasanya itu inget semu...

Pages

  • Beranda

Label

  • Curcol
  • Pengalaman Orang Lain

Womanpreneur and Heartworker

Unknown
Lihat profil lengkapku

FOLLOW US @ INSTAGRAM

Copyright 2015 Serpihan Catatan Novie
Distributed By My Blogger Themes | Designed By OddThemes